#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
LPSK Akan Proaktif Lindungi Saksi Kasus Joko Driyono
24 Mei 2019 00:37 WIB
JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan mencoba proaktif untuk memberi perlindungan buat Muhamad Mardani Morgot da Mus Muliadi. Dua orang itu adalah tersangka sekaligus saksi perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor dengan tersangka mantan Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengaku khawatir dengan keberadaan Mardani Morgot dan Mus Muliadi. “Kami khawatir mereka hilang atau dihilangkan," ucap Hasto Atmojo Suroyo, melalui pesan singkat, Kamis hari ini.

Joko Driyono bersama Mardani Morgot dan Mus Muliadi telah ditetapkan Satgas Anti Mafia Bola Polri sebagai tersangka. Bahkan Joko Driyono sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dengan dakwaan menghancurkan, merusak dan menghilangkan barang bukti kasus pengaturan skor. 


Baca Juga :
- Jaksa dan Hakim Kasus Mantan Plt. Ketua Umum PSSI Diminta Tetap Tegak
- Sudah 2 Kali Sekjen PSSI Absen Jadi Saksi dalam Sidang Pengaturan Skor di Banjarnegara

Jokdri didakwa melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP, Pasal 235 juncto Pasal 231, Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, Pasal 235 junctoPasal 233 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Saksi mahkota” adalah saksi sekaligus tersangka dalam perkara yang sama. Kedudukan “saksi mahkota” ini sangat penting. Dani adalah mantan sopir Jokdri, sedangkan Mus Muliadi adalah mantan office boy (OB) di kantor PSSI.

Soal kemungkinan kasus Jokdri ini melibatkan mafia bola, justru di situlah Hasto mengaku  khawatir kedua saksi tersebut akan “hilang” atau “dihilangkan”. “Sebab itu, LPSK perlu melakukan upaya proaktif untuk menemui Dani dan Mus Muliadi, dan mengupayakan agar yang bersangkutan mendapatkan status justice collaborator (JC) agar bisa mendapat perlindungan dari LPSK,” kata Hasto.

Kalau sudah mendapat status JC, kata Hasto, pihaknya akan mengupayakan pemisahan berkas perkara maupun penahanannya. “Begitu pula akan diberikan hak-hak lain sebagai JC,” tukasnya.


Baca Juga :
- Sekjen PSSI Mangkir dalam Sidang Pengaturan Skor Johar Lin Eng dkk
- Joko Driyono, Ketika Nasib Orang Tidak Ada yang Tahu...

LPSK juga sudah memberikan perlindungan terhadap pelapor kasus dugaan pengaturan skor pertandingan ini, yakni Lasmi Indaryani. Keputusan pemberian perlindungan itu, kata Hasto, diberikan sejak awal akhir Maret 2019.

Hasto pun mendukung langkah Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) yang getol mendorong pemberantasan match fixing yang kemudian dilaksanakan Satgas Anti Mafia Bola Polri.*Ari DP

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA