#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dario Silva : Tidak Menyerah
24 May 2019 04:15 WIB
CACAT, tidak lagi kaya, dan hidup menderita. Itulah kebanyakan berita yang muncul di berbagai media massa di dunia tentang Dario Silva, mantan bintang Malaga (1999-2003). Dalam beberapa stasiun televisi diperlihatkan pula dengan durasi beberapa menit saat Silva menyajikan piza, makanan khas Italia, kepada pengunjung di Restoran Frascati Pizzeria, yang terletak di Malaga. Apalagi, dalam tayangan tersebut, Silva tampak mengenakan kaus yang sedikit usang.

Hanya satu media di Malaga yang memberitakan sosok Silva dengan frame yang berbeda, Malaga Hoy. Dalam pemberitaan tersebut, diperlihatkan sisi terang dari Silva dengan kaus bersih, kaus yang memang seragam ketika dirinya bekerja sebagai pelayan di restoran tersebut. Publik Malaga memang masih mencintai Silva. Semua, khususnya pendukung Malaga yang berusia 40 hingga 50 tahun tahu apa yang diberikan Silva kepada klub kebanggaan mereka ini: penampilan menarik dengan gol-gol seolah tidak berhenti setiap kali dia tampil di lapangan.

“Tidak ada satu pemain sepak bola pun yang ramah dan baik yang saya kenal kecual Dario Silva,” kata Antonello, pemilik restoran piza ini. “Saya banyak bertemu bintang sepak bola tapi tidak ada yang seperti dirinya. Saya tidak mengerti mengapa banyak orang yang melupakan dirinya, bagaimana mungkin Silva dipisahkan dari sepak bola,” dia menambahkan.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Ketidakberuntungan memang menimpa Silva ketika dirinya kecelakaan yang membuat kaki kanannya harus diamputasi, seperti yang pernah diberitakan TopSkor sebelumnya dalam rubrik ini pula. Meski demikian, kini, Silva tidak pernah menyerah. Kini, dia tetap bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan piza milik rekannya ini. Dia melayani pengunjung yang datang yang ingin mencicipi piza dan makanan yang lainnya.

“Saya selalu datang ke sini, bahkan sejak kali pertama saya tiba di Malaga tempat inilah yang saya kunjungi,” kata Silva, mengenang. “Ketika saya kali pertama datang, Antonello mengatakan bahwa ini adalah rumah saya juga dan memang ini masih seperti rumah bagi saya. Di meja ada nama saya yang tertulis besar. Saya suka bersih-bersih di sini, saya mencuci piring, untuk teman-teman dan sesekali membuat piza,” dia menambahkan.
Baginya semua berjalan dengan baik. Namun, tentu, keinginannya suatu hari nanti adalah kembali ke Malaga, baik untuk melatih atau sekadar menjadi asisten pelatih. “Ya, saya ingin bekerja di Malaga. Saya memiliki kemampuan menemukan pemain berbakat, itu salah satunya,” dia menambahkan.* Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA