#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Poros Depan Buat Timnas Indonesia
24 Mei 2019 11:53 WIB
JAKARTA – Pokok pikiran Simon McMenemy terus bekerja. Setelah memanggil 25 pemain sebagai persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2022, Februari lalu, pria Skotlandia itu kembali memanggil 25 pemain, Mei ini. Dalam daftar itu, ada 10 nama baru yang tak masuk dalam daftar sebelumnya.

Kesepuluh pemain yang dimaksud adalah Awan Seto, Ricardo Salampessy, Achmad Jufrianto, Rizki Pora, Arthur Bonai, Febri Hariyadi, Ramdani Lestaluhu, Irfan Jaya, Irfan Bachdim, Alberto Goncalves. Menariknya, untuk mengisi lini depan, McMenemy hanya mempertahankan Dedik Setiawan dari komposisi sebelumnya.

Bila sebelumnya yang dipanggil adalah striker Bali United Ilija Spasojevic dan penyerang Barito Putera Samsul Arief Munip, kali ini Beto dan Irfan yang diutamakan. Dari pemanggilan ini tersirat bahwa mantan pelatih Bhayangkara FC itu sedang mencari talenta yang tepat untuk mengisi filosofi yang ia inginkan.


Baca Juga :
- Kata Beto Soal 4 Gol ke Gawang Vanuatu
- Reaksi Simon McMenemy Usai Indonesia Membantai Vanuatu

Berdasarkan skema permainan saat melawan Myanmar, 25 Maret lalu, formasi 3-4-3 yang kemudian bertransformasi menjadi 4-3-2-1, jadi pijakannya. McMenemy tak membutuhkan banyak striker murni. Yang ia butuhkan adalah pemain sayap cepat dan tangkas berkarakter petarung.

“Sebetulnya cukup terlihat dari pemilihan pemain dan tipikal pemain yang terpanggil, bahwa yang dicari (Simon McMenemy) adalah ingin memperkuat lini tengah. Pemain-pemain yang mempunyai pemahaman taktikal yang baik dan juga bertipe pekerja keras,” kata pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima.

Bila pemanggilan kali ini mengacu penampilan pemain dalam kompetisi maupun Piala Indonesia 2018/2019, Beto memang layak dipertimbangkan. Namun, pemanggilan Irfan tak sepenuhnya tepat sasaran. Selain baru pulih dari cedera, penyerang Bali United itu belum memberi kontribusi memukasi selama 2019.

Menurut Supri, sapaan Supriyono, McMenemy sepertinya sedang membangun fondasi permainan seperti yang ia lakukan bersama Bhayangkara FC. Pada 2017 dan 2018, di mana Bhayangkara menjadi kampiun kompetisi, tiga penyerang jadi andalannya dengan hanya satu penyerang murni sebagai senjata.

“Berbicara striker bisa dilihat kebelakang ketika di Bhayangkara Simon (McMenemy) menyiapkan Djumafo (Herman) sebagai ujung tombaknya. Di timnas juga kemungkinan sudah ada Beto yang akan menjadi mesin gol. Namun harus dipadukan juga dengan faktor kebugaran karena usianya tidak muda lagi,” ujar Supriyono.

Bagi Beto, pemanggilan ini membuatnya semakin termotivasi. Meski sudah berusia 37 tahun, masih dipercaya membela timnas adalah sebuah anugerah. Selama masa persiapan kompetisi bersama Madura United, striker naturalisasi ini berupaya keras meningkatkan kebugaran dan ketajaman.


Baca Juga :
- Pelatih Vanuatu Tantang Indonesia Tanding Ulang
- 5 Gol dalam 2 Laga, Beto Jaminan Mutu Timnas Indonesia

“Ini hasil dari kerja keras saya dan teman-teman, yang membantu saya mengembalikan performa saya yang istimewa. Saya tahu striker yang lain juga mempunyai kualitas, tetapi saya harus percaya diri dan tetap bekerja keras untuk mendapat posisi utama timnas,” kata Beto, kemarin.

Sementara itu, pelatih PSM Darije Kalezic, berharap pemain yang dipanggil menjadi cambuk bagi pemain lain. “Saya senang mereka (Rizky Sanjaya Pellu dan Marc Anthony Klok) dipanggil timnas,” ucap Kalazic. Namun, ia berharap pemain-pemain ini bisa kembali ke klub dalam kondisi tidak cedera.*** Nizar Galang Gandhimar/Agustian Pratama 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA