#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Etape Pegunungan Giro d' Italia Telan Korban
25 May 2019 13:05 WIB
CERESOLE REALE – Memasuki wilayah pegunungan, Giro d’Italia 2019 langsung menelan korban. Salah satunya pesepeda Tim Ineos, Tao Geoghegan Hart, yang gagal melanjutkan lomba setelah kecelakan pada Etape 13 dari Pinerolo menuju Ceresole Reale (Serru Lake), Jumat (24/5) malam WIB.

Dilansir Kantor Berita Prancis, Agence France Presse (AFP), insiden ini terjadi setelah Hart yang melaju dengan kecepatan tinggi kehilangan kontrol saat melewati trek menurun. Tak hanya gagal menyelesaikan Etape 13, pembalap sepeda asal Inggris itu pun harus pulang lebih cepat.

Sebelumnya, Hart berada di posisi ke-33 klasemen klasifikasi umum. “Dengan menyesal, kami harus mengatakan bahwa Hart terpaksa meninggalkan Giro d’Italia. Ia baik-baik saja dan tengah dalam perawatan dokter. Kami akan memberikan informasi lebih lanjut,” kata juru bicara Ineos.


Baca Juga :
- Stoke City Inginkan Kiper Bekas Manchester City
- Sepeda Nusantara Etape Tabanan Semarak, Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Pria 24 tahun itu tertinggal 11:49 menit dari pimpinan lomba, Jan Polanc (UAE Team Emirates) dengan catatan waktu 48:49:40 jam. Kondisi ini jelas merugikan Ineos karena ia adalah andalan setelah Egan Bernal absen karena cedera bahu sebelum Giro. Kini, beban ada di pundak Pavel Sivakov.

Tak hanya Hart, sejumlah pesepeda lain juga gagal menyelesaikan Etape 13 karena alasan beragam. Ignatas Konovalovas (Groupama FDJ), Giovanni Lonardi (Nippo-Vini Fantini-Faizane), dan Mark Renshaw (Dimension Data). Situasi ini menambah daftar peserta yang mundur dari Giro.

Sebelum Etape 13, tiga nama memutuskan tak ikut lomba: James Knox (Deceuninck Quick-Step), Roger Kluge (Lotto Soudal), dan Giacomo Nizzolo (Dimension Data). Knox memutuskan untuk keluar dari balapan karena mengalami cedera, beberapa hari lalu. Total, ada 24 pesepeda.

Jumlah tersebut besar kemungkinan bertambah karena lomba masih menyisakan beberapa etape sebelum finis di Verona, 2 Juni mendatang. Tahun lalu, dari 175 peserta, 25 di antaranya gagal menyelesaikan balapan. Sulitnya medan jadi salah satu faktor tingginya tingkat kecelakaan.

Sekadar informasi, drama diprediksi terjadi saat lomba memasuki tiga etape terakhir sebelum istirahat kedua grand tour pembuka musim tersebut. Pasalnya, peserta melalui rute pegunungan. Etape 13 merupakan awal di mana pesepeda harus menempuh rute menanjak penuh tantangan.


Baca Juga :
- 25 Ribu Orang Tumpah di Kulon Progo
- Sepeda Nusantara 2018 Etape Cirebon Dipimpin "Bung Karno"

Selanjutnya, mereka akan melakoni Etape 14 dari Saint-Vincent menuju Courmayeur (Skyway Monte Bianco), Sabtu (25/5). Pada fase ini, peserta bakal mengayuh sepeda sejauh 131 km dengan melintasi lembah yang dalam, kemudian lima tanjakan. Jika tak bugar, cedera mengincar.  

“Saya berharap ini akan menjadi etape yang menakjubkan untuk ditonton. Tahap mengerikan yang harus dinaiki," kata Direktur Lomba, Mauro Vegni. Setelah itu, daya tahan peserta kembali mendapat ujian ketika memasuki Etape 15 yang menempuh jarak 232 km dari Ivrea menuju Como.*MUHAMMAD RAMDAN 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA