#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Prediksi Barcelona Vs Valencia, Mencari Penutup Terbaik
25 Mei 2019 14:03 WIB
SEVILLA – Waktu yang ditungu-tunggu oleh FC Barcelona dan Valencia CF akhirnya tiba. Mereka akan bersua pada final Piala Raja, Sabtu (25/5) atau Minggu dini hari WIB. Bentrokan di Stadion Benito Villamarin nanti menjadi pertarungan pamungkas untuk merebut gelar penutup kompetisi 2018/19.

Valencia telah melakukan perjalanan yang luar biasa sepanjang musim. Meski di periode awal mereka mengalami kesulitan –terdampar di papan bawah klasemen La Liga dan gugur di fase grup Liga Champions– mereka bisa mengakhirinya dengan baik. Tim berjulukan Los Che ini  finis di zona Liga Champions (peringkat empat) dan jadi semifinalis Liga Europa.

Setelah sudah mengunci tempat di final Piala Raja (sejak terakhir kali 2007/08 dan juara), tim berjuluk Los Che ini mencari klimaks untuk akhir musim yang bahagia ini dengan memenangkan trofi kompetisi itu untuk kali kedelapan. Semangat ini yang akan dijadikan modal untuk menghentikan hegemoni Barcelona di Piala Raja.  


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Kesempatan Terakhir Generasi Emas Kolombia
- INFOGRAFIS: Hasil Latihan Keras dan Uji Coba Persib

Mereka telah memastikan diri juara La Liga 2018/19, dan mau mengawinkannya dengan gelar domestik lainnya. Itu demi menghibur sekaligus pemulihkan diri setelah kegagalan di Eropa. Tak hanya sekadar jadi kampiun, tim berjuluk Los Azulgrana ini pun berpeluang memperbesar hegemoninya di Piala Raja jika bisa menang di markas Real Betis itu nanti.

Sejauh ini tim asal Katalan ini adalah pengoleksi gelar terbanyak yakni 30 kali. Mereka pun jadi klub yang paling sering jadi finalis: 41 termasuk musim ini. Dengan mengalahkan Valencia, Barca akan menjadi yang pertama menjuarai kompetisi itu lima edisi beruntun (sejak 2014/15), melampaui raihan Real Madrid di 1905-08 (di belakang ada Athletic Bilbao; 1930-1933).

Tak hanya klub, prestasi di Piala Raja pun akan menjalar ke pemain-pemainnya. Adalah Gerard Pique, Sergio Busquets dan Lionel Messi yang bisa kian melegenda dalam sejarah kompetisi tersebut. Sejauh ini mereka sudah memenangkan enam trofi setara Joan Segarra, yang juga pemain Barca dulunya. Ketiganya bisa merusak dominasi eks pemain Bilbao.

Pique, Busquets, dan Messi akan menyamai dua legenda Bilbao; Piru Gaiza dan Jose Maria Baluste yang merupakan pemain dengan gelar Piala Raja terbanyak, yakni tujuh kali. Selain itu catatan menaik lainnya akan ditorehkan Ivan Rakitic, Luis Suarez dan Marc-Andre Ter Stegen yang bisa selalu juara turnamen itu di tiap musimnya; sejak gabung 2014.

Kendati begitu untuk kembali jadi juara tentu tidaklah mudah. Selain karena Valencia sendang dalam aura positif, mereka adalah satu dari dua tim La Liga yang tak mampu dikalahkan Barca (satu lagi Bilbao) musim ini. Keduanya bermain dengan tim terbaik dan berakhir imbang 1-1 di Mestalla (jornada delapan) serta 2-2 di Camp Nou (22).

Pada dua kesempatan itu, Los Che bahkan bisa unggul lebih dulu (1-0 dan 2-0) tapi sayangnya kemenangan gagal diraih karena Messi. Sang megabintang mencetak semua gol timnya untuk menyamakan kedudukan. Karena itu pula, pelatih Marcelino Garcia Toral ingin “mematikan” penyerang asal Argentina itu sebagai kunci untuk bisa menang.

“Kami harus membuat Leo memiliki sedikit partisipasi dalam permainan Barca. Ia sendiri bisa punya pengaruh yang jelas untuk kami. Masalahnya itu tak akan mudah,” kata pelatih 53 tahun itu mengakui. Siasat serupa pun sudah diterapkannya untuk dua pertemuan sebelumnya dan praktiknya belum berhasil sepenuhnya sehingga kini terus dimatangkan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Prediksi Timnas Indonesia Vs Vanuatu
- Tidak Hamil, Shakira Pamer Bodi Berbikini

Di skuat yang tersedia kini, tanpa melemahkan serangan (tetap memainkan Dani Parejo di tengah), Marcelino punya dua opsi gelandang bertahan. Francis Coquelin bisa diandalkan jika ingin “mendahulukan otot” (fisik), sementara Geoffrey Kondogbia “otak” (membaca permainan). Tapi yang tak kalah vital tentu saja Ezequiel Garay di jantung pertahanan.

“Dia adalah pemain yang sangat sulit dicegah untuk mencetak gol. Kami harus sempurna untuk menahannya dalam menciptakan bahaya. Saya percaya tim ini. Kami sangat bersemangat untuk menghadapi final lebih dari segalanya, untuk memenangkan gelar,” kata Garay, yang juga tahu betul Messi sebab sama-sama membela tim nasional Argentina.*TAUFANI RAHMANDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA