#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dua Kali Blunder, Anak Legenda Persebaya Dievalusi Djanur
25 Mei 2019 11:23 WIB
SURABAYA – Rachmat Irianto menjadi sorotan Pelatih Persebaya. Itu tak lepas dari blunder yang dilakukannya saat melawan Kalteng Putra, Selasa (21/5) lalu. Berawal dari blundernya, striker Kalteng Putra Patrich Wanggai bisa menceploskan bola dengan mudah ke gawang Mizwar Saputra. Laga ini berakhi dengan skor 1-1.

Pada laga sebelumnya, ketika Persebaya kalah 1-2 dari Bali United, Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, juga beberapa kali melakukan kesalahan. Salah satunya, terkait proses gol pertama Serdadu Tridatu. Ketika itu, Stefano Lilipaly dengan mudah berhasil melepaskan diri dari penjagaan Rian.

Rian adalah anak dari legenda hidup Persebaya, yang kini menjadi asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro. Dulu, ketika masih aktif bermain Bejo juga berposisi sama seperti Rian, yakni stopper atau bek tengah. Karakter permainan Rian dinilai tak jauh berbeda dengan Bejo, namun kualitasnya belum setara.


Baca Juga :
- Kekalahan dari Persebaya, Jadi Acuan Borneo FC
- Tumbalkan Dua Pemain Persebaya saat Taklukkan Borneo FC

Selain Rian, sebenarnya Bajol Ijo, julukan Persebaya, masih memiliki dua bek lain yang memiliki pstur badan lebih tinggi. Dua pemain itu adalah Muhammad Syaifuddin yang bertinggi 178 centimeter dan Andri Muliadi dengan tinggi 180 centimeter. Sementara Rian memiliki tinggi badan 173 centimeter.

Mengenai hal ini, Djanur, sapaan akrab dari Djadjang Nurdjaman, mengakui bahwa penampilan Rian belum sesuai espektasinya. Dalam dua laga awal musim ini, Rian masih terlihat gugup. “Ya kami akui Rian butuh pengalaman. Sebagai pemain muda wajar melakukan itu (blunder),” ujar Djanur.

Untuk laga berikutnya melawan PSIS, Djanur bakal mencoba bek lain yang berpostur lebih tinggi. Ini karena PSIS dianggap mengandalkan bola-bola atas. “Kami miliki Hansamu dan Syaifuddin yang tinggi. Itu menjadi PR untuk menghalau PSIS. Dari kami kurang ada pemain tinggi, jadi kami berdayakan yang ada,” bebernya.

Selain mengevaluasi secara individu, Djanur bakal melakukan evaluasi secara tim. Pasalnya, penampilan tim dianggap kurang maksimal untuk beberapa pos lainnya. Djanur mencontohkan, posisi gelandang bertahan dan bek sayap mudah ditembus. “Evaluasi termasuk juga untuk Hidayat dan Novan,” ujarnya.

Kemudian, hal lain yang sedang dipersiapkan pelatih asal Majalengka itu saat melawan PSIS nanti adalah lini depan. Sejauh ini, barisan penyerang Persebaya masih nirgol atau tumpul. Dalam dua pertandingan yang sudah dilakoni, hanya ada dua gol yang itu pun dicetak pemain belakang dan tengah.


Baca Juga :
- Saatnya Persebaya Percaya Pemain Muda, Amido Balde Bakal Diparkir Saat Menghadapi Borneo FC.
- Djadjang Nurdjaman: Silahkan Tanya pada Manajemen Persebaya, Kapan Mau Memecat Saya?

“Penyelesaian akhir dan kerja sama lini depan juga menjadi kekurangan lain kami. Padahal, kami sudah cukup latihan men-driling penyelesaian akhir. Pemain depan kami memang masih belum bagus. Tapi saya percaya semua persoalan ini akan terselesaikan sebelum laga melawan PSIS,” ucap eks pelatih Persib ini.

Pada Jumat (24/5) sore, Persebaya pun sudah kembali latihan, setelah libur usai pertandingan. Namun, Djanur tak ada dan digantikan Bejo. “Kami mengevaluasi ketika menghadapi lawan yang bertahan total harus bagaimana. Banyak cara dan poin yang disampaikan ke pemain,” kata Bejo.* Muhammad Bahrul Marzuki 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA