#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kata Kunci untuk Liga Primer 2018/19; Citius, Altius, Fortius
25 Mei 2019 10:35 WIB
LONDON - Citius, Altius, Fortius, dikenal orang Bahasa Latin yang menjadi moto atau slogan dari pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Namun, arti kata Tercepat, Tertinggi, dan Terkuat, dari moto Olimpiade itu ternyata relevan menggambarkan perjalanan Liga Primer sepanjang 2018/19 yang dipenuhi sejumlah pemecahan rekor dalam berbagai kategori.

Bahkan, persaingan perebutan gelar juara antara Manchester City FC dan Liverpool FC mencatatkan sejarah tersendiri. Perolehan poin City untuk meraih gelar juara musim ini (98) hanya berselisih satu dari koleksi skuat The Reds di posisi kedua (97). Total poin kedua tim teratas liga 2018/19 itu (195) menjadi total tertinggi sepanjang sejarah ajang tersebut sejak 1992/93 lalu.

Sederet pemain juga sukses mencatatakan prestasi individu dengan memecahkan sejumlah rekor personal di Liga Primer. Penyerang Southampton FC, Shane Long, mampu mencetak gol ke gawang Watford FC pada April sekitar 7,69 detik setelah sepak mula. Torehan itu melewati rekor lama Ledley King (9,82 detik) yang sudah bertahan sejak 2000/01 lalu.


Baca Juga :
- Agennya Terbang ke Italia, Liverpool Bisa Kehilangan Bek Tangguh Ini
- Akibat Barcelona Kalah dari Liverpool, Luis Suarez Malu Antar Anak Sekolah

Sederet pemain muda juga mencatatkan kiprah positif ketika mendapat kesempatan tampil bersama klubnya musim ini. Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold menjadi bek dengan assist terbanyak dalam semusim di Liga Primer, 12. Ia mematahkan rekor sebelumnya, 11, yang dibuat tiga pemain berbeda yakni Andrew Robertson (Liverpool, 2018/19), Leighton Baines (Everton, 2010/11) , dan Andy Hinchcliffe (Everton, 1994/95).

Ryan Sessegnon, winger Fulham FC, menjadi pemain kelahiran 2000-an pertama yang berhasil menciptakan gol di Liga Primer. Pemuda kelahiran 18 Mei 2000 itu membobol gawang Cardiff City pada Oktober 2018 lalu. Sayangnya, skuat The Cottagers takluk di akhir laga dengan skor 2-4.

Pemain Fulham lain, Harvey Elliot, menjadi pemain termuda yang melakukan debut di Liga Primer pada Mei 2019. Ia baru menginjak 16 tahun 30 hari ketika dimainkan pelatih Scott Parker dalam laga melawan Wolverhampton Wanderers.

Pilar veteran juga tidak ketinggalan dalam menorehkan catatan positif dalam divisi tertinggi Inggris tersebut musim ini. Operan bek Bruno Saltor kepada rekan setimnya di Brighton City, Glenn Murray (penyerang), membuahkan gol ke gawang Wolverehampton pada Oktober lalu. Akumulasi usia Bruno (38 tahun, 25 hari) dan Murray (35 tahun, 32 hari), menjadikan mereka kombinasi pemain tertua dalam sebuah gol di Liga Primer.

Para pelatih klub Liga Primer juga menuliskan nama mereka di catatan sejarah ajang tersebut musim ini. Maurizio Sarri mengawali musim debutnya melatih Chelsea di ajang ini dengan rangkaian 12 pertandingan tak terkalahkan. Meski, pria Italia itu sempat terdampak isu pemecatan pada pertengahan musim.

Pada pekan terakhir, keberadaan Roy Hodgson mendampingi Crystal Palace melawan AFC Bournemouth menjadikannya pelatih tertua sepanjang sejarah Liga Primer. Mantan pelatih timnas Inggris itu menapak 71 tahun dan 276 hari saat laga berlangsung.


Baca Juga :
- Jadwal Liga Primer 2019/20 Rilis, Empat Duel The Big Six Digelar Sepanjang Agustus
- Jadwal Mepet, Uji Coba Liverpool vs Schalke di Anfield Ditunda

“Faktor penting yang membuat saya melanjutkan karier adalah kesadaran diri atas kemampuan saya bersama antusiasme saat melakukan pekerjaan ini,” kata Hodgson.***TRI CAHYO N/CR4 DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA