#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ambisi Zhang
27 Mei 2019 12:50 WIB
MILAN – Ada alasan mengapa Steven Zhang dipercaya menduduki kursi presiden FC Internazionale pada usia 26 tahun. Bukan karena pengaruh sang ayah Zhang Jindong, tapi memang punya kualitas dan pengalaman. Sepanjang kariernya di bidang manajemen, pemuda asal Cina itu tidak terbiasa mengalami kemunduran. Inilah konsep yang ingin dia tanamkan kepada skuat I Nerazzurri.

Steven tak mau melihat klubnya gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Ini bukan hanya menyangkut gengsi, tapi juga pertumbuhan finansial. Sejak diambil alih Suning Group pada 2016, Inter selalu mampu melipatgandakan pemasukan: dari 48 menjadi 63 miliar euro. Jumlah tersebut akan merosot jika Mauro Icardi dan kawan-kawan kehilangan tempat di kasta elite Eropa.

Sebelum melakoni laga pamungkas Seri A melawan Empoli FC, Minggu (26/5) kemarin, Steven mengumpulkan seluruh tim dan staf dalam acara makan malam. Dia menegaskan bahwa masa depan Inter sangat tergantung pada hasil di Stadion Giuseppe Meazza. Pasukan Luciano Spalletti tak perlu memikirkan apapun selain tampil semaksimal mungkin di lapangan.


Baca Juga :
- Lukaku Masih Sulit
- Totti Makin Gerah dengan Sikap Roma

Tentu saja sang pelatih sangat memahami apa yang jadi taruhan. “Kami telah mengisi pikiran dengan hal-hal positif, berusaha memenuhi target yang telah ditetapkan,” kata Spalletti, yang statusnya sendiri juga sedang dipertanyakan. “Apapun hasilnya, saya tahu para pemain telah memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Mereka pantas diberi kesempatan lagi musim berikutnya.”

Ucapan Spalletti merujuk kepada rencana klub melakukan perombakan setelah kompetisi berakhir. Para pemain yang dianggap tak memberi kontribusi bakal didepak, begitu juga yang mengganggu harmoni tim. Sementara beberapa amunisi anyar akan datang menambah kekuatan.

Radja Nainggolan merupakan salah satu sosok yang layak dipertahankan. Awal petualangannya di Meazza memang kurang mulus, disertai cedera dan kontroversi. Namun gelandang asal Belgia itu mampu bangkit pada paruh akhir kompetisi. “Saya merasa punya utang kepada Inter dan ingin menebusnya,” kata  Il Ninja. Musim depan, dia bisa jadi jenderal lapangan tengah yang diandalkan.

Kemudian ada situasi dilematis Icardi. Di satu sisi, striker Argentina itu mencintai Inter dan ingin bertahan. Namun, di sisi lain, ada hubungan buruk dengan manajemen, beberapa rekan setim, sampai tifosi. Jika Mauro memutuskan hengkang pada musim panas, I Nerazzurri harus siap mencari pengganti sepadan untuk mendulang gol.


Baca Juga :
- Bruno Fernandes, Cinta Lama Atletico
- Manolas Menuju Napoli

Lautaro Martinez saja tidak cukup, Inter butuh kualitas tambahan dan pengalaman. Oleh karena itu muncul nama Edin Dzeko, bomber AS Roma yang tajam dan memahami karakter sepak bola Italia. Dzeko bisa jadi transfer kedua yag dirampungkan Inter setelah Diego Godin dari Atletico Madrid. Sebagai alternatif, penyerang Manchester United FC Romelu Lukaku juga terus diamati.

Jika ingin bersaing dengan klub-klub besar Eropa, Inter memang butuh transformasi dan investasi. Jalan menuju ke sana bergantung kepada partisipasi Liga Champions. Itulah mengapa Steven Zhang akan sangat kecewa bila Spalletti dan para pemainnya tak mampu finis di zona empat besar Seri A.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA