#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Secondary Player
27 May 2019 04:27 WIB
MEMILIKI pemain terbaik dunia ternyata bisa menjadi persoalan. Ini bukan karena Lionel Messi karena La Pulga tetaplah pemain bintang dan memiliki peran besar bagi sukses dan permainan Barcelona. Kegagalan Los Azulgrana meraih gelar Piala Raja 2018/19 memang bukan karena Leo, pemain yang selalu menorehkan gol dalam laga final di ajang ini. Kekalahan dari Valencia, 1-2, bukan karena kesalahan Messi, satu-satunya pemain yang mencetak gol untuk Barca pada pertandingan yang digelar di Stadion Benito Villamarin, Sabtu (25/5) atau Minggu dini hari WIB.

Tapi, Barcelona memiliki persoalan serius karena memiliki Messi, berarti pula mereka seperti memiliki alasan yang tepat untuk mengelak dari tanggung jawab kegagalan tersebut. Ya, mengapa rekan setimnya yang lain harus mencoba menggiring bola jika di samping mereka ada Messi? Untuk apa melakukan serangkaian aksi menyerang jika pada akhirnya mereka harus memberikan kepada Messi dan sang pemain itu akan mengatasi persoalan di lapangan. Ya, di antara pemain Barcelona, dari laporan pers Spanyol, hanya Malcom yang bermain tanpa mencari Messi.

Barcelona membutuhkan pemain lain selain Messi yang mampu memperlihatkan permainan berbeda. Sebut saja, pemain secondary, pemain kedua yang bisa memberikan peran berbeda. Di era Ernesto Valverde, pemain tersebut tidak ada. Ketika Luis Suarez absen, praktis tidak terlihat kekurangan Barcelona karena semua seperti berorientasi terhadap Messi. Dalam era Valverde, pemain yang bisa memberikan dukungan terhadap Messi tidak terlihat. Pada masa kepelatihan Luis Enrique, pemain seperti itu ada dalam sosok Neymar.


Baca Juga :
- Tak Indonesia di Saigon
- Isu Sarri dan Conte

Lalu, saat masih di bawah kepelatihan Josep Guardiola atau Tito Vilanovela, ada banyak pemain yang mampu melakukannya. Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Dani Alves. Mereka inilah yang mampu memberikan jalan atau alternatif. Mereka yang juga bisa mengisi peran ketika penyerang Barca pada masanya seperti Samuel Eto’o, Zlatan Ibrahimovic, Pedro Rodriguez, atau Alexis Sanchez, mengalami kesulitan. 

Menurut saya, inilah persoalan besar dari Barcelona di era Valverde. Namun, masalah ini seolah tidak pernah dapat tertutupi sejak kepergian Neymar. Ada aspek bahwa Messi adalah segalanya di Barcelona. Yang tumbuh kemudian adalah, setiap pemain seperti dirancang untuk membuat Messi menjadi faktor yang akan selalu memenangkan pertandingan. Messi adalah instrument utama sedangkan yang lain adalah hanya sebagai latar yang menjadi pengiring bagi irama orkestra permainan Los Azulgrana.


Baca Juga :
- Sikap Bale
- Mereka Pemain Istimewa

Ya, secondary player atau pemain kedua. Bukan berarti pemain tersebut hanyalah nomor dua tapi justru berarti “kekuatan lain”, “tenaga lain”, yang bisa memberikan Barcelona ke situasi jalan keluar. Intinya, dibutuhkan orkestra lain yang bisa menjadi alternatif selain irama yang dimainkan Messi. Seperti diketahui, dalam musik, pun dibutuhkan momen, tempo, dan kebersamaan. Satu irama atau satu pemain tidaklah cukup untuk mengatasi semua target atau ambisi sepanjang musim.

Inilah yang membuat Barcelona harus berubah pada musim depan. Mereka membutuhkan satu pemain berbeda. Pemain yang posisinya tidak harus di lini depan melainkan bisa sebagai gelandang atau sayap tapi memiliki karakter yang kuat untuk memperlihatkan perbedaan ketika tim menghadapi situasi sulit. Dan, Barcelona asuhan Valverde saat ini, sepertinya terdengar semakin buruk suaranya. Dan, irama sumbang Barcelona ini harus segera diperbaiki.* Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA