#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tanpa Marquez, Honda Tak Akan Menang
27 Mei 2019 13:45 WIB
BOLOGNA – Direktur Olahraga Ducati Mission Winnow Paolo Ciabatti menyebut Repsol Honda tak akan bisa menang tanpa Marc Marquez. Kehadiran pria asal Spanyol tersebut menjadi pembeda bagi pabrikan Jepang tersebut. Terlebih jika melihat peningkatan besar timnya di setiap perlombaan musim ini.

Honda memang menjadi juara tim pada 2011 dan 2012 namun jumlah kemenangannya tak sebanyak saat kedatangan Marquez, satu tahun kemudian. Ciabatti pun mengaku khawatir dengan kualitas pembalap Honda lain yang mungkin tertinggal darinya.

“Marc sedang menulis sejarah dalam MotoGP. Cukup rasanya untuk membayangkan bahwa Honda tak akan memenangkan apa pun tanpanya. Sejak 2013, tak ada satu pun rekan setima yang mampu menandingi,” kata Ciabatti seperti dilansir Speedweek.com.


Baca Juga :
- Update Klasemen Rider MotoGP 2019: Marquez Semakin Menjauh
- Kelas! Marquez Berikan Selamat untuk Quartararo Usai Sang Rider Amankan Podium

Bahkan, Ciabatti mengatakan jika Honda seperti hanya mengembangkan motor untuk Marquez hingga menyulitkan pembalap mereka yang lain. Misalnya, Jorge Lorenzo, yang harus berjuang demi mendapat setelan terbaik di setiap putaran, musin ini.

Bayangkan, Lorenzo tak pernah sekalipun menembus lima besar. Begitu pula Cal Crutchlow bersama LCR Honda karena hingga kini kesulitan menaklukkan RC213V. “Kami harus memperhatikan Honda karena lawan utama kami saat ini adalah Marc,” kata Ciabatti.

“Tapi, bukan berarti hanya Honda dan Marc karena pembalap-pembalap lain juga bisa memberikan tantangan di setiap trek karena memang karakternya berbeda-beda. Untuk itu, Yamaha dan Suzuki harus kami waspadai juga,” Ciabatti menambahkan.

Peningkatan Desmosedici GP19 terlihat jelas di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (19/5), karena mampu menempatkan tiga motor di posisi lima besar. Dua di antaranya pembalap pabrikan, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci, di urutan kedua dan ketiga.

Ciabatti pun ingin timnya terus bekerja keras agar meraih hasil lebih baik. “Kami harus menang lagi sejak terakhir di Grand Prix (GP) Qatar. Tapi, Le Mans membuktikan kekuatan Ducati dan sekarang hanya berjarak delapan poin dari Marc,” kata Ciabatti.

Lomba berikutnya sangat penting bagi Ducati karena digelar di Sirkuit Mugello, Italia, 2 Juni mendatang. Ciabatti pun berharap Dovizioso dan Danilo Petrucci bisa mempersembahkan kemenangan di hadapan mayoritas pendukung tim.

“Kami belum puas dengan posisi kedua. Tapi, kami memiliki proyek untuk (lomba) di  Mugello. Kami memiliki beberapa peningkatan di sana tapi itu masih rahasia. Kami akan mencoba memberikan yang terbaik bagi semua pembalap,” ujar Ciabatti.

Dovizioso mengatakan, saat ini, sulit mengalahkan Marquez.  Ia pun merasa belum memiliki kecepatan yang baik untuk mengalahkan RC213V yang ditunggangi sang rival. Dovi, sapaannya, hanya bisa berharap GP19 tampil baik di Sirkuit Mugello.

Tak hanya unggul pada sektor tertentu, melainkan semua area lintasan. “Dua lomba berikutnya akan sangat penting bagi kami karena itu trek yang bagus motor. Namun, bukan hanya itu tujuan utamanya,” kata pembalap asal Italia tersebut.

“Saya tidak berpikir balapan di sana akan menentukan hasil akhir kejuaraan. Masih ada banyak poin yang akan diperebutkan. Yang terpenting sekarang adalah kami bisa menemukan sesuatu (setelan) yang tepat,” Dovizioso menambahkan.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Preview MotoGP Katalunya
- Finis di Posisi Ketiga MotoGP Italia, Dovi: Balapan Seru, Situasi Klasemen Tidak

Tapi, ia tak menyebut secara detail apa yang perlu ditingkatkan pada GP19. “Setelah hasil yang cukup bagus di Le Mans (posisi kedua, ketiga, dan keempat), kami akan mencoba lebih kompetitif di Mugello. Tapi, kami masih memerlukan sesuatu,” kata Dovi.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA