#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wawancara Gerard Pique: Jadi Bek Tengah Dibutuhkan Kecerdasan
27 May 2019 15:29 WIB
BARCELONA – Gerard Pique bukan lagi sekadar pemain biasa di FC Barcelona. Ia adalah salah satu pemimpin di tim yang punya banyak andil. El Pais berkesempatan melakukan wawancara eksklusif soal dirinya dan klub, termasuk kondisi saat ini hingga pemain yang dikaitkan. Berikut selengkapnya:

Apakah secara umum ini menjadi tahun yang baik bagi Anda?

Tentu saja. Ini musim yang sangat baik sebab saya telah memainkan hampir tiap laga. Secara fisik, lebih baik sebab sudah tak membela tim nasional. Selain itu, saya belum mengalami cedera dan merasa sangat bugar, karena saya belum pernah merasa berkompetisi tanpa ketidaknyamanan di tahun-tahun sebelumnya. Tapi musim lalu juga sensasional. Pun ada pula musim hebat lainnya seperti saat menjuarai tiga gelar (treble winner).


Baca Juga :
- Gemilang saat Lawan PSG, Pemuda Stade Rennes Ini Langsung Dipantau 3 Klub Inggris
- Rafinha Selalu Bisa Bangkit

Anda sudah merasakan dampat dari tidak memperkuat timnas?

Ada empat pekan saat seharusnyaa membela negara, tapi kini bisa menghirup udara bebas. Berpartisipasai dengan timnas mengharuskan Anda untuk terus bermain dan hanya libur saat Natal. Perbedaan kontras jelas terlihat di sektor mental dan fisik.

Kritik fan timnas Spanyol selalu datang kepada Anda baik saat masih bermain dan hingga kini sudah pensiun...

Saya mengerti, itu bagian dari permainan. Tidak mungkin untuk membuat semua orang bahagia dan di negara ini tiap orang memiliki pendapat mereka. Saya cuma perlu melakukan apa yang menurut Saya terbaik untuk diri sendiri dan tim, yang membayar dan membela Saya. Saya rasa itu (keputusan pensiun) waktu yang tepat.

Apakah sekarang Anda bermain lebih baik ketimabang di usia 20-an?

Selalu ada perbedaan seiring berlalunya waktu. Usia punya peran penting dalam permainan Saya, tak peduli seberapa banyak Saya pergi ke ahli gizi dan gym, meski itu menambah hal-hal positif bagi tubuh. Saya percaya bahwa telah meningkatkan banyak hal, sebab pengalaman membantu dalam membuat keputusan. Itu jadi modal.

Beberapa waktu yang lalu saya mengerti bahwa harus mencoba menggunakan lebih sedikit fisika untuk memberi jalan bagi kecerdasan, konsentrasi, dan penempatan. Jadi bek tengah butuh kecerdasan, apalagi untuk Barca yang menuntut kesempurnaan sepanjang waktu. Banya risiko yang mesti diambil. Tapi belajar lebih penting dari usia.

Senioritas juga meningkatkan tanggung jawab Anda atas pertahanan tim di lapangan?

Ya, itu tidak bisa dihindari. Saya merasakan sakit tiap ada kemasukan yang kami terima. Kebobolan 90 persen adalah karena kesalahan, meski Saya tak terlibat langsung. Saya sudah berpengalaman sebagai pemain bertahan dan seharusnya mungkin bisa menghindari penyebab kesalahan itu. Saya selalu memperhatikan tiap hal.

Kepemimpinan juga terlihat saat turut berbicara dengan Valverde. Apa yang Anda bicarakan?

Itu soal taktis. Kami melakukan saat pelatih ingin memberikan suatu perubahan dan saya bertindak sebagai perantara. Secara keseluruhan, biasanya kami melakukan pembicaraan saat berada dalam tekanan. Termasuk saat mencoba variasi permainan. Terkadang para pemain punya visi dengan pelatih dan kami harus saling memahami.

Haruskah Valverde terus mengandalkan Anda musim depan?

Itu bukan pekerjaan saya sebab dia bosnya dan yang memutuskan siapa yang akan dimainkannya. Tak masuk akan bagi Saya untuk mencampurinya, tapi saya bisa membantu jika itu soal manajemen kelompok. Itu bisa membantunya meningkatkan taktiknya sebab membantu semua bermain lebih baik. Hasilnya sudah jelas terlihat.

Fan mengeluhkan permainan strateginya yang datar dan membosankan...

Kembali lagi, itu soal bagaimana cara kita melihatnya. Fan sangat menuntut dan suka melakukan hal-hal dengan sempurna, jadi itu wajar terjadi. Di sini tak hanya soal kemenangan biasa yang dicari. Gaya saat dilatih Josep Guardiola memang yang terbaik dan selalu disukai. Kami sadar dan perdebatan ini akan selalu ada siapapun pelatihnya.

Saya dapat meyakinkan bahwa Valverde juga menginginkan gaya permainan yang sama. Saya ada di ruang ganti dan tahu apa yang coba ia transfer ke para pemain. Tapi untuk penerapannya tak hanya bergantung padanya sebab yang di lapangan juga punya andil sendiri. Terkadang permainan lawan juga tak mendukung. Sepak bola punya pola dan nuansanya masing-masing.

Apa yang membuat Real Madrid tak bisa bersaing di La Liga?

Kami sangat konsisten dan solid meraih hasil positif. Saya kiri kepergian Cristiano Rnaldo juga telah mempengaruhi sepak bola mereka dan itu dapat dilihat dari banyak hal, salah satunya statistik. Anda perlu pemain yang bisa memberi tim banyak gol dalam semusim, sesuatu yang membuat tim bersemangat.

Yang terjadi di Madrid jadi peringatan jika nantinya Lionel Messi pergi?

Kami tidak perlu peringatan untuk itu. Ketika Leo pergi, kami akan menderita sepenuhnya. Namun itu bisa diatasi tergantung pada bagaimana klub menyikapi kehilangan tersebut. Seperti dengan perubahan dan seberapa lama ingin terus mengeluh.

Apakah kehilangan Anda juga akan menjadi rumit untuk Barca?

Mungkin tidak banyak. Di sini kami semua selangkah demi selangkah maju, dan belajar selama bertahun-tahun. Mungkin butuh waktu untuk adapatasi, tapi akhirnya pengganti selalu ditemukan. Bahkan bukan tidak mungkin bisa melampaui Anda dengan kelebihan fisik, teknis, dan taktis. Saya selalu ingin jadi bek terbaik, tapi pemain bek pun selalu berkembang dari masa ke masa. Itu bagian dari evolusi sepak bola

Mungkin Barca akan berevolusi. Frenkie De Jong akan masuk dan Matthijs de Ligt sedang diusahakan. Apa Anda khawatir dengan kedatangan talenta muda?

Mereka adalah pemain yang mengerti sepak bola kami karena kami tumbuh dari sumber yang sama yaitu Johan Cruyff. Tentu saja, saya selalu khawatir sejak ada pemain baru yang datang, tapi menyikapinya secara logis. Saya suka kompetisi. Saya tak tahu apa yang akan terjadi, tapi De Ligt dan De Jong punya banyak kualitas dan potensi.

Apakah Anda punya tindakan tersendiri soal transfer Antoine Griezmann?

Tidak, tidak akan. Sudah cukup. Saya belum berbicara soalnya belakangan ini dan mari kita lihat apa yang akan terjadi. Saya tidak tahu lagi.

Apa yang terjadi di Anfield?

Ketika sesuatu seperti itu terjadi, segala sesuatu atau hampir semuanya salah. Saya pikir pada tingkat mental, beberapa orang terpengaruh oleh apa yang terjadi di AS Roma karena kami juga baru saja merasakannya (kegagalan). Dengan gol pertama, yang sangat cepat, tanpa sadar Anda melihat kesamaan dengan di Roma. Kemudian dua lagi datang dengan sangat cepat dan itu tampak seperti apa yang terjadi setahun yang lalu.

Tentunya itu adalah masalah mental, tetapi soal sepak bola juga ada yang hilang. Kami kehilangan segalanya. Mereka menekan sangat tinggi, sangat kuat, dan Stadion Anfield juga memainkan perannya. Kami tidak mampu. Terkadang itu terjadi. Itu adalah hari yang sangat berat. Sangat sulit untuk bangun secara emosional karena hari-hari berlalu dan Anda tidak melupakan kekalahan. Itu adalah kejatuhan yang akan diterima cepat atau lambat. Tapi kami harus mengambil langkah maju.

Hasil itu jelas punya pengaruh besar dan menular...

Itu adalah situasi yang sangat sulit. Tim merasakan ada yang tak berjalan semestinya. Tetapi kita tidak harus menyiksa diri sendiri. Ya, itu adalah salah satu kekalahan besar kami. Tapi itulah olahraga, di mana kadang-kadang Anda harus menerima hal pahit. Itu adalah mimpi buruk dan Anda harus menerimanya karena itu bisa saja terjadi lagi. Tetapi kita harus mengerti mengapa itu terjadi dan membantu kita di masa depan karena kita ingin mengangkat trofi Liga Champions lagi.


Baca Juga :
- Marcelo Menjawab Tantangan Zidane
- Tiga Rekor La Liga Barcelona Bisa Dipecahkan Musim Ini

Apakah Anda masih melihat diri Anda sebagai Presiden Barça di masa depan?

Untuk sementara saya sangat bersemangat dan mungkin mencoba melakukannya di masa depan. Tapi saya tidak melihatnya dalam jangka pendek. Saya memiliki banyak hal lain dalam hidup, yang juga berjalan baik bagi saya dan saya sangat menikmati melakukannya, dan saya ingin fokus pada hal ini.*TAUFANI RAHMANDA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA