#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Alasan Kas Hartadi Rekrut Galih sebagai Kiper Sriwijaya FC
27 May 2019 15:17 WIB
PALEMBANG – Sriwijaya FC  memantapkan kesiapan tim dengan kembali mendatangkan satu pemain berposisi penjaga gawang, Galih Sudaryono. Pria 32 tahun itu adalah pemain terakhir pilihan pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, untuk melengkapi materi yang diinginkannya menjelang bergulirnya Liga 2 2019.

“Pilihan kami berlabuh ke Galih. Pertama karena saat ini dirinya belum terkontrak di tim lain, kedua saya sudah mengetahui betul kualitas dan kemampuan Galih sebagai penjaga gawang. Untuk materi pemain dengan datangnya Galih saya rasa untuk Sriwijaya menjalani liga 2 musim ini sudah cukup,” ujar Kas, Minggu (26/5).

Perekrutan Galih ini juga dikarenakan penjaga gawang Laskar Wong Kito sebelumnya, Ferdiansyah, memutuskan mengundurkan dari tim pada Rabu (22/5) lalu. “Sebetulnya pihak kami awalnya tidak ingin melepas Ferdiansyah, tetapi Ferdi sendiri yang mengambil langkah itu,” Kas menuturkan.


Baca Juga :
- Jadi Kiper Ketiga SFC, Ferry Rotinsulu Diet
- Persita dan SFC Mulai Menyimpan Tenaga untuk Babak Delapan Besar

Pelatih asal Solo, Jawa Tengah, tersebut juga mengaku mendapat kabar bahwa Ferdi diinginkan oleh klub Liga 2 lainnya, Persiba Balikpapan. “Kemungkinan Ferdi akan melanjutkan kariernya di Persiba,” ia menambahkan.

Kas juga mengungkapkan pengunduran diri Ferdi karena keinginan si pemain sendiri. Hal tersebut berkaitan juga dengan adanya empat pemain berusia 35 tahun ke atas setelah nama Hilton Moreira masuk ke barisan pemain Sriwijaya FC.

Selain Hilton, pemain yang mempunyai usia 35 tahun ke atas adalah Ambrizal dan Bruno Casimir. Sesuai regulasi Liga 2 2019, sebuah tim cukup mendaftarkan maksimal tiga pemain usia di atas 35 tahun.

Kehadiran Galih membuat persaingan di posisi kiper semakin ketat karena Sriwijaya FC juga mempunyai penjaga gawang dengan kualitas mumpuni pada diri Hendra Mole dan Alexsander. Terkait hal ini, Galih mengatakan tidak akan menjadi masalah yang berarti.

“Saya tidak ingin memikirkan mengenai persaingan di posisi kiper nanti. Menurut saya, ini bukan untuk bersaing tapi berlatih karena siapa pun yang siap pasti akan diturunkan lebih dulu dan harus di dukung,” ujar Galih.

Kurang Amunisi

Sementara itu persiapan klub Liga 2 asal Sumatra Utara, PSMS Medan, masih terkendala kuota yang belum terpenuhi. Saat ini skuat PSMS baru terisi 21 pemain yang terkontrak. Sedangkan pelatih Ayam Kinantan, Abdurahman Gurning, butuh minimal 25 pemain yang akan didaftarkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Abdurrahman mengatakan sangat butuh pemain bertahan dan berharap ada penambahan pemain naturalisasi juga. “Untuk stok pemain sektor tengah, penyerang, dan kiper sudah melimpah. Hanya pemain bertahan yang belum terpenuhi," katanya.

Abdurrahman juga mengungkapkan sejatinya manajemen Ayam Kinantan sempat membicarakan akan mendatangkan pemain baru dan naturalisasi. Terakhir PSMS punya rencana merekrut mantan bek Sriwijaya FC, Bio Paulin. Namun, usaha PSMS mendapatkan tanda tangan Bio akan sedikit tersendat.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 2 2019, Senin Malam
- Hasil Liga 2 2019, Sriwijaya FC Lolos ke Babak 8 Besar Usai Taklukkan Bandung United

Sebab PSGC Ciamis juga mengirimkan sinyal mendatangkan bek naturalisasi itu. “Soal Bio memang katanya akan didatangkan dan sudah berkomunikasi, tapi sampai saat ini perkembangannya belum terdengar lagi,” ujar Abdurrahman.

“Masih ada waktu merekrut pemain walaupun deadline sudah dekat. Kalau manajemen serius pasti mereka akan mendatangkan pemain baru lagi," ujar Abdurrahman.*Nizar Galang Gandhimar

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA