#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Hindari Bahaya, Giro d'Italia Pangkas Rute
28 May 2019 14:42 WIB
LOVERE – Penyelenggara Giro d’Italia memutuskan memangkas rute Etape 16 dari Lovere-Ponte di Legno yang berlangsung, Selasa (28/5) waktu setempat. Ini dilakukan demi keselamatan peserta lantaran cuaca buruk. Para pembalap hanya akan menempuh jarak 194 km dari 226 km.

Tahun ini, Giro memang dijadwalkan melewati tanjakan Passo Gavia. Bahkan, rute ini membuat Etape 16 bagian dari Queen Stage atau tahap paling menentukan. Tak tanggung-tanggung, puncak dari tanjakan ini menjadi yang tertinggi dalam Giro 2019 yakni mencapai 2.618 meter.

Mauro Vegni selaku direktur lomba, menyebut jalur ini terlalu berisiko bagi peserta. Salju yang terus turun menutupi jalan. “Kami tak akan bisa melewati Gavia. Prediksi cuaca akan lebih buruk dan ada risiko besar terjadi longsor. Terima kasih Provinsi Sondrio dan Brescia,” katanya.

Dengan keputusan ini, penyelenggara mendesain rute sejauh 194 km dengan serangkaian tanjakan kecil di awal. Kemudian, peserta akan melalui jalur tanjakan Passo della Presolana dan Cevo sebelum finis di Ponte di Legno. “Rute akan berubah secara signifikan,” Vegni menuturkan.

Batalnya peserta melewati Gavia membuat puncak tertinggi Giro atau biasa disebut Cima Coppi, ada di Etape 20. Tepatnya di Passo Manghen, 2.047 meter. “Kami berusaha membuat rute ini tetap sulit dan menantang bagi pembalap dengan adanya rute mendaki di Cevo,” ujar Vegni.

Makin Ketat

Memasuki Etape 16, persaingan perebutan jersey merah muda sebagai tanda pemimpin klasifikasi umum, makin ketat. Hal ini setelah pesepeda Richard Carapaz dari Tim Movistar masuk persaingan bersama Primoz Roglic (Jumbo-Visma) dan Vincenzo Nibali (Bahrain-Merida).

Saat ini, Carapaz memimpin lomba dengan catatan waktu 64:24:00 jam. Sedangkan Roglic dan Nibali berada di belakangnya, masing-masing terpaut +47 detik dan 1:47 menit. Sedangkan posisi keempat ditempati oleh Rafal Majka (Bora-Hansgrohe) yang terpaut 2:35 menit.

Sepanjang tampil di Giro 2019, Carapaz dua kali meraih podium. Pertama, Etape 4 dari Orbetello-Frascati. Kemudian, Etape 14 dari Saint-Vincent menuju Courmayeur (Skyway Monte Bianco). Direktur olahraga Movistar, Chente Garcia Acosta, memuji penampilan sang pembalap.

“Carapaz merupakan salah satu pembalap terkuat dalam lomba. Berhasil memakai jersey merah muda jelas bukan sebuah kebetulan,” kata Garcia Acosta. Ini merupakan penampilan kedua Carapaz di Giro. Tahun lalu, pesepeda 25 tahun itu menempati posisi keempat klasifikasi umum.

Ketika itu, ia terpaut 5:44 menit dari Chris Froome (Sky) yang berstatus pemenang lomba dengan catatan 89:02:39 jam. Carapaz optimistis dapat mempertahankan posisinya hingga akhir lomba. Namun, Roglic dan Nibali dipastikan tak akan tinggal diam. “Masih ada trek mendaki dan saya dalam kondisi baik,” kata Nibali.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA