#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Aksi Brutal Elisa Basna, Seperti Fotokopi Tewasnya Akli Fairuz
31 May 2019 02:36 WIB
SURABAYA - Aksi brutal dilakukan pemain Persebaya, Elisa Basna, terhadap Fredyan Wahyu. Pemain belakang PSIS itu diterjang Elisa Basna di bagian perut. Insiden ini terjadi dalam partai Persebaya vs PSIS di Stadion GBT, Surabaya, Kamis kemarin malam.

Beruntung Fredyan Wahyu bisa cepat bangkit. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana nanti efeknya dalam beberapa waktu tertentu. Bisa jadi terjadi luka dalam yang belum diketahui.

Aksi brutal itu mengingatkan kita kepada "pembunuhan" yang dilakukan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman, terhadap striker Persiraja, Akli Fairuz. Kala itu dalam pertandingan Divisi Utama 2014, Agus Rohman menerjang perut Akli Fairuz.


Baca Juga :
- Preview Semen Padang vs PSIS, Dua Tim yang Rindu Kemenangan
- Arema Beri Kado Indah HUT ke-32 kepada Aremania dalam Derbi Jawa Timur

Dalam momen kemelut di kotak penalti, Agus Rohman tampak sengaja mengarahkan kaki kanannya ke perut Akli Fairuz. Aksi yang begitu brutal.

Usai pelanggaran itu Akli Fairuz masih sadar. Bahkan selesai pertandingan pulang ke rumah. Tapi setelah itu mengeluhkan sakit. Lantas dibawa ke rumah sakit.

Dirawat selama enam hari, Akli Fairuz akhirnya mengembuskan napas terakhir. Ia meninggal akibat luka di bagian usus dan kantung kemih. Penyebabnya tidak lain karena perutnya diterjang Agus Rohman.

Si kiper itu sendiri akhirnya dihukum satu tahun larangan bermain oleh Komdis PSSI. Setelah melakukan pembenaran terhadap pelanggaran brutal yang dilakukan, Agus Rohman akhirnya minta maaf kepada keluarga almarhum Akli Fairuz.

Nah, aksi Elisa Basna seperti Kamis kemarin malam, agaknya perlu tindakan disiplin dari Komdis PSSI. Hal ini supaya pemain tidak lagi seenaknya melakukan pelanggaran biadab. Yang ujung-ujungnya hanya minta maaf, berkedok tidak sengaja. Padahal sudah jelas-jelas sengaja.


Baca Juga :
- Arema FC Pesta Gol ke Gawang Persebaya
- Polrestabes Surabaya Ajak Bonek Nobar

Wasit yang memimpin pertandingan antara Persebaya vs PSIS juga perlu diencerkan otaknya. Sebab, pelanggaran biadab seperti itu hanya diberi kartu kuning. Hal ini bisa menjadi pembenaran buat pemain lain kalau melakukan pelanggaran seperti itu hanya ringan. Paling-paling hanya diberi kartu kuning.*Ari DP

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA