#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Conte dan Zanetti Dulu Rival, Kini Bersatu demi Inter
02 June 2019 16:34 WIB
ANTONIO Conte identik dengan Juventus. Dia dua kali membela I Bianconeri, baik sebagai pemain pada 1991-2004 atau pelatih (2011-2014).

Pun demikian dengan Javier Zanetti yang identik dengan FC Internazionale. Dia hanya memperkuat tim tersebut di Italia saat jadi pemain pada 1995-2014 yang berlanjut sejak gantung sepatu jadi wakil presiden.

Rivalitas keduanya jelas sangat kentara. Apalagi, mengingat panji yang diusung merupakan musuh bebuyutan: Juventus Vs Inter.


Baca Juga :
- Conte Luncurkan Inter Baru di Liga Champions
- Conte dan Sarri Terlibat Perang Urat Syaraf

Namun, seperti kata pepatah, di dunia ini tiada yang abadi. Yang abadi hanya kepentingan.

Itu berlaku pada keduanya. Tepatnya, sejak Conte menerima pinangan sebagai pelatih Inter pada Jumat (31/5).

Sudah pasti, Conte bakal merajut hubungan yang lebih intim dengan Zanetti. Kendati, sebelumnya saat jadi pemain maupun pelatih, Conte tetap menjaga persahabatan dengan Zanetti.

Ya, panas hanya di lapangan. Ketika di luar, mereka memiliki satu kesamaan: Ambisius.

Patut ditunggu, kolaborasi mereka. Khususnya, Conte yang harus tega mengakhiri dominasi scudetto Juventus dalam delapan musim terakhir.

Ya, Conte tiba di Turin pada 22 Mei 2011. Dia sukses mempersembahkan hattrick scudetto pada 2011/12, 2012/13, dan 2013/14.

Memang, jumlahnya masih kalah dengan sang pengganti, Massimiliano Allegri (lima scudetti). Namun, saya, Anda, dan kalian tentu paham.

Peletak dasar kesuksesan Juventus yang bangkit dari keterpurukan adalah Conte. Bukankah tanpa fondasi yang kuat, bangunan yang kokoh pun sulit bertahan?

Mengingat hubungan masa lalu, tentu Conte sungkan untuk merayakan pesta di hadapan fan Juventus jika Inter menang dalam pertandingan. Pun demikian andai Inter kelak meraih scudetto.

Namun, ambisi Conte untuk membawa La Beneamata berprestasi tentu sulit dibendung. Itu mengapa, pria 45 tahun ini butuh Zanetti.

Rivalnya terdahulu ini bisa jadi navigator bagi Conte dalam menakhodai Inter. Scudetto yang utama Setelah itu gelar lainnya Demikian, target Conte menyambut Seri A 2019/20.

Bisa dipahami mengingat sudah lama Inter tidak merajai Italia. Tepatnya, sejak 2009/10 yang berjung treble winners ketika masih diarsiteki Jose Mourinho dan Zanetti sebagai kapten.

Misi Conte dan Zanetti untuk menyamai pencapaian satu dekade lalu itu dimulai pada 24 Agustus mendatang. Yaitu, ketika Seri A 2019/20 bergulir.


Baca Juga :
- Conte Paling Mahal
- Ini Pencapaian Conte Selama 100 Hari

Bagi Anda penggemar Juventus, awalnya mungkin merasa aneh menyaksikan salah satu legenda hidupnya berada di klub rival. Sama juga jika Anda merupakan Interisti yang harus rela dinakhodai sosok yang identik dengan Juventus.

Namun, itulah sepak bola. Bahkan, seorang Guus Hiddink harus tega mempermalukan negaranya hingga 3-1 saat Rusia menghentikan Belanda pada perempat final Piala Eropa 2008.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA