#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Perjalanan Panjang Priscilla Lumban Gaol Yakinkan Orang Tua Demi MMA
03 June 2019 15:38 WIB
JAKARTA - Priscilla “Thathie” Hertati Lumban Gaol kontan melejit berkat rangkaian kemenangan dalam panggung mixed martial arts (MMA) dunia, ONE Championship.

Priscilla saat ini mengenyam enam kemenangan dari delapan laga terakhirnya sejak tahun 2018, yang sekaligus menjadikannya atlet wanita Indonesia tersukses dalam organisasi beladiri terbesar di dunia tersebut.

Kemenangan terakhirnya atas Nou Srey Pov dari Kamboja di Istora Senayan Jakarta awal bulan lalu, dalam ajang bertajuk ONE: FOR HONOR, sukses menghantarnya selangkah lebih dekat menuju sabuk Juara Dunia divisi atomweight yang saat ini dipegang oleh “Unstoppable” Angela Lee dari Singapura.


Baca Juga :
- Atlet Bela Diri Campuran Indonesia Berbicara Tentang Ground Game
- Saya Ingin Jadi Juara Antargender 1! Petarung Pria Ini Tantang Juara Kelas Terbang Wanita

Ukiran prestasi di depan pendukung tuan rumah tersebut terasa spesial, tidak hanya karena “Thathie” berhasil menaklukkan seorang juara dunia Kun Khmer, tetapi juga dukungan moril dari orang tuanya, yang untuk pertama kalinya menyaksikan dirinya berlaga.

Sepanjang 13 tahun karier Priscilla sebagai atlet beladiri, orang tuanya menyaksikan kegigihan dan prestasi yang diraih juara nasional Wushu Sanda – sehingga akhirnya mereka luluh. “Ini sebenarnya [sebuah] kemenangan untuk mama saya,” ujar Priscilla.

“Ini jadi motivasi, padahal kalau boleh jujur, kaki saya sempat cedera dua hari sebelum bertanding. Tetapi saya tidak boleh menunjukkan itu dihadapan lawan.”

Kehadiran kedua orang tuanya ini turut membantu petarung berusia 31 tahun itu tampil dominan dan mengantarkannya meraih kemenangan mutlak lewat putusan juri.

Dalam beberapa kesempatan, Priscilla berhasil melepaskan diri dari upaya kuncian dan pukulan bertubi-tubi sang lawan. Saat ia mengangkat tangannya pada akhir pertandingan, atlet wanita ini seolah memberi pesan pada keluarga bahwa jalur beladiri adalah pilihan yang tepat baginya.

Orang tua Priscillla sempat menaruh harapan tinggi agar dirinya mendapatkan gelar dibidang kedokteran, atau bekerja di kantor dengan jam kerja rutin setiap hari. “Orang tua saya ingin agar saya menjadi gadis normal yang bekerja di kantor dari jam sembilan pagi sampai lima sore,” ujar atlet berusia 30 tahun ini. “Tetapi saya tidak tertarik.”

Kariernya berawal dari usia 17 tahun, ketika “Thathie” diam-diam memulai latihan wushu. Karena latihan tersebut, ia sempat membolos sampai seminggu lamanya.

Pihak sekolah mengetahui hal tersebut dan memanggil kedua orang tuanya untuk menjelaskan bagaimana ia dapat membolos selama itu. Priscilla dilarang untuk terlibat dalam kegiatan olahraga, dan ia pun harus memilih.

“Saya ingin keduanya, menjadi siswa sekaligus atlet. Tapi pihak sekolah tidak mengizinkan,” kenangnya. “Tetapi pihak sekolah akhirnya memperbolehkan saya mengikuti turnamen tinju, dimana saya menjadi juara.”

Meski berhasil menunjukan bakatnya, hal ini tidak otomatis membuat Priscilla mendapatkan restu dari kedua orang tuanya. Mereka khawatir melihat anaknya terlibat didalam dunia olahraga yang penuh kontak fisik. Meski demikian, Priscilla tetap mencoba untuk meyakinkan orang tua tentang karier yang ingin dia kejar.

“Ketika saya jelaskan pada orang tua, mereka mulai mengerti. Namun mereka meminta sekolah tetap menjadi prioritas saya,” ujarnya.


Baca Juga :
- Brutal! Pertarungan Perry dan Paiva Paling Mengerikan, Hidung Patah Jadi Huruf Z
- Daria Nirkova, Petarung Wanita Cantik MMA Siberia Tanpa Darah

Priscilla menyadari bahwa konsistensi dalam meraih kemenangan dan menampilkan performa impresif adalah bekal untuk meraih mimpinya menjadi Juara Dunia dan meyakinkan kedua orang tuanya.

Menyadari bahwa kepercayaan orang tua tidak datang dengan mudah, “Thathie” pun tetap berlatih keras untuk menjaga kepercayaan tersebut. “Masih banyak yang harus saya tingkatkan, termasuk fisik dan teknik,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA