#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Raja Sapta Oktohari dan Koordinasi adalah Kunci
07 June 2019 20:21 WIB
JAKARTA – Raja Sapta Oktohari dikenal sebagai pencinta olahraga. Disela-sela kesibukannya sebagai pebisnis, putra dari Oesman Sapta Odang ini identik dengan olahraga.

Bahkan, sempat dinobatkan sebagai promotor tinju termuda. Pada 2015 lalu, Okto terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

Puncaknya, pada 2017 dengan Okto ditunjuk sebagai Ketua Panitia Nasional Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC). Pria kelahiran 15 Oktober 1975 ini jadi sutradara di balik suksesnya pesta olahraga penyandang disabilitas antarnegara Asia edisi ketiga tersebut.


Baca Juga :
- Ini Target KOI di Bawah Kepemimpinan Raja Sapta Oktohari
- Raja Sapta Oktohari Terpilih Sebagai Ketua KOI Secara Aklamasi

Namun, Okto enggan berpuas diri. Segenap tenaga dan pikirannya, masih banyak yang ingin dicurahkan untuk memajukan olahraga di Tanah Air.

Termasuk, sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Kebetulan, jabatan yang kini diemban Erick Thohir itu sudah selesai sejak Mei lalu.

Namun, karena bertepatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu), kemungkinan diundur hingga Agustus. Sejak jauh hari, Okto pun sudah menyatakan kesiapannya untuk memimpin KOI.

“KOI ini kan masih berkaitan dengan olahraga. Ini sesuai dengan minat saya,” kata Okto saat ditemui di kediaman sang ayah, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

“Saya ingin memajukan olahraga Indonesia. Setelah sukses di Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, masih banyak yang bisa kita lakukan.”

Pernyataan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2011-2014 ini beralasan. Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 bukan puncak prestasi bagi olahraga Indonesia, melainkan sebagai landasan untuk masa depan.

Sebab, November nanti ada SEA Games 2019 yang berlanjut pada Olimpiade 2020 dan Pekan Olahraga Nasional (PON 2020). Selain itu, Indonesia juga akan jadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023 dan mengajukan sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032.

Terkait padatnya aktivitas sehari-hari baik sebagai pengusaha, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Ketua PB ISSI, hingga promotor tinju lewat Mahkota Promotion, Okto menilai tak masalah. Pemilik akun instagram @rajasaptaokto ini menyebut, sudah ada jalurnya masing-masing.

“By system. Saya selalu melakukan koordinasi dalam suatu kepengurusan. Misalnya, di PB ISSI atau Asian Para Games 2018. Saya yang merancang garis besarnya. Nah, dalam perjalanannya ada masukan yang lebih bagus, saya terima. Kami jalankan bersama,” Okto, menjelaskan.

“Jadi, sebagai ketua, saya tidak otoriter. Saya terima masukan dari pengurus lain. Kami bersama-sama merumuskan. Terbukti pada Asian Para Games 2018. INAPGOC bekerja dengan singkat yang tidak sampai setahun. Namun, mereka mampu membuat multievent itu jadi yang disebut terbaik dalam sejarah.”

Asian Para Games 2018 berlangsung pada 6 hingga 13 Oktober lalu. Okto ditunjuk Kemenpora sebagai Ketua INAPGOC pada 16 Maret 2017.

Namun, mereka baru mendapat dana pada 23 November 2017. Alias, kurang dari setahun dari penyelenggaraan yang seperti membangun candi dalam semalam.

Padahal, jamaknya berbagai multievent, persiapan dilakukan lebih dari empat tahun. Termasuk, Asian Games 2018 dengan Indonesia resmi jadi tuan rumah sejak 20 September 2014 menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri.

“Efektifnya, INAPGOC bekerja sejak 2017. Persiapan hanya setahun. Kami harus rekrut orang dan sebagainya. Lalu, bagaimana mengatur 11 ribu orang untuk partisipasi di Asian Para Games 2018. Alhamdulillah, ini semua berjalan lancar dengan adanya koordinasi satu sama lain,” ujar Okto, semringah.


Baca Juga :
- Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 Menjadi Tugas Pertama Kepengurusan KOI Baru
- Jelang Kongres, Pendaftaran Calon Ketua Umum KOI Telah Dibuka

Koordinasi itu juga yang akan diterapkan Okto jika memimpin KOI. Terutama, untuk menjalin komunikasi antar cabang olahraga (cabor) dalam berbagai persiapan menuju SEA Games 2019, Olimpiade 2020, dan multievent lainnya.

“Kalau saya (calon ketua KOI) bukan incar jabatannya. Bagi saya, di KOI atau tidak ya tak ada bedanya. Sebab, saya di olahraga kan pasti bertemu. Yang pasti, saya punya niat untuk bersama-sama memajukan olahraga di Tanah Air,” Chef de Mission (CdM) Indonesia di Olimpiade 2016 ini, menegaskan.***

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA