#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sempat Tinggalkan Tenis demi Kriket, Barty Juara Prancis Terbuka
10 June 2019 11:10 WIB
PARIS – Keputusan yang diambil oleh Ashleigh Barty untuk kembali ke dunia tenis profesional, tak disesali. Setelah sempat vakum sepanjang 2014 untuk menekuni kriket, wanita asal Australia itu kembali dengan torehan mengesankan. Akhir pekan lalu, dirinya memenangi Grand Slam Prancis Terbuka di Stade Roland Garros, Paris.

Pada babak final, Sabtu (8/6) waktu setempat, Barty tanpa kesulitan mengalahkan Marketa Vondrousov dengan dua set langsung, 6-3, 6-1. Kemenangan atas wakil Republik Ceko tersebut sekaligus mengantarkan Barty meraih prestasi tertinggi sepanjang kariernya sebagai petenis.

Senin (10/6), Barty pun dipastikan menempati peringkat kedua dunia. Pencapaian ini menjadikan dirinya sebagai petenis putri Negeri Kanguru pertama sejak Evonne Goolagong Cawley yang menempati posisi sama, 1976 silam. Barty pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya usai laga.


Baca Juga :
- Kejutan! Taklukkan Unggulan Kedua, Rifqi Tantang Christopher
- Dari Jakarta, Bea/Echi Menatap Manila

“Saya sama sekali tak menyangka bisa duduk di sini (Stade Roland Garros) dengan trofi Prancis Terbuka. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasa, pencapaian ini akan terus memotivasi saya meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujar Barty seperti dilansir situs resmi WTA. 

Barty tak menyangka karena bukan favorit juara. Lapangan tanah liat juga tak begitu ia kuasai. Bayangkan, Barty tak pernah bertahan hingga pekan kedua dalam turnamen ini. Sebelum di Roland Garros, pencapaian terbaiknya di tanah liat, musim ini, perempat final Madrid Terbuka, Mei lalu

Namun, sebelum meraih gelar Prancis Terbuka, petenis berpostur 166 cm itu menyabet trofi Miami Terbuka yang digelar di lapangan keras, 30 Maret lalu. Ketika itu, Barty mengalahkan favorit juara, Karolina Pliskova, 7-6(1), 6-3 di Stadion Sun Life, Miami Gardens, Florida.

“Selama dua pekan terakhir (durasi Prancis Terbuka), saya bertanding dengan banyak petenis hebat. Senang rasanya bisa menunjukkan permainan terbaik saya dan melewati mereka. Saya belajar banyak di setiap pertandingan yang dilalui. Tidak terkecuali di sini,” ujar Barty yang kini 23 tahun.

Kini, Barty pun membidik target lebih besar, yakni menggeser Naomi Osaka sebagai petenis nomor satu dunia. “Jadi nomor dunia adalah hal yang luar biasa. Tapi, bisa menempati peringkat pertama menjadi tujuan saya selanjutnya. Saya akan terus berjuang demi meraihnya,” Barty menuturkan. 


Baca Juga :
- BNI Tennis Open 2019 Gas Pol Rifqi Fitriadi
- Stefanos Tsitsipas Mulai Menggigit

Selanjutnya, Barty akan turun di sejumlah turnamen lapangan rumput. Termasuk di antaranya, Grand Slam Wimbledon yang digelar di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris. Ia pun berharap momentum kemenangan di Stade Roland Garros mampu dipertahankan.

Khusus untuk di Wimbledon, Barty belum menunjukkan prestasi mengesankan sepanjang tampil dalam ajang tenis tertua itu. Pencapaian terbaiknya hanya menjejak babak ketiga, tahun lalu. Ketika itu, langkahnya dihentikan oleh wakil Kanada, Eugenie Bouchard, dengan skor 4-6, 5-7.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA