#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Muddai dan Hendardji Siap Bertarung Jadi Ketua Umum KONI
10 June 2019 13:37 WIB
JAKARTA – Tono Suratman tak lama lagi bakal turun dari jabatannya sebagai Ketua Umum KONI Pusat. Setelah memimpin selama dua periode, mantan atlet tersebut dipastikan tak bisa kembali mencalonkan diri dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas), 2 Juli mendatang.

Dengan peran vital sebagai mitra Pemerintah dalam mengawasi dan mendampingi pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga, dibutuhkan sosok yang tepat untuk memimpin KONI Pusat. Selain itu, ketua umum baru harus bisa membebaskan KONI Pusat dari krisis finansial.

Sejauh ini, ada dua sosok yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju dalam Musornas mendatang. Mereka adalah Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Muddai Madang dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki), Hendardji Soepandji.


Baca Juga :
- Gala Siswa Indonesia 2019 Siap Lahirkan Juara Baru, Bali Bertemu Jateng di Final
- Resmi! Ini 37 Cabor PON 2020 Papua

Keduanya tentu bukan sosok asing dalam olahraga Indonesia. Muddai, selain jadi Wakil Ketua KOI, juga sudah dua periode memimpin KONI Sumatra Selatan. Sedangkan Hendardji, pernah membawa karate Indonesia berjaya di Asia Tenggara dan disegani di kancah Asia dan Dunia.

Muddai menyatakan kesiapan, Senin (4/6). Saat itu, dirinya sedang berada di Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Melalui video call bersama awak media, ia menyatakan jika pencalonannya sebagai Ketum KONI Pusat mendapat dukungan dari Ketua KOI, Erick Thohir.

“Pencalonan ini sudah saya kaji bersama dengan para anggota Komite Eksekutif KOI. Pak Erick (Thohir) sebagai Ketua KOI, juga menyatakan dukungannya. Saya pun dipercaya oleh para anggota KE KOI untuk maju dalam Musornas mendatang,” ujar Muddai, ketika itu.

Jika terpilih, Muddai mengaku siap mempererat hubungan kelembagaan, khususnya dengan Kemenpora dan KOI. Ia pun berjanji agar mendorong KONI Pusat lebih mandiri alias tak sepenuhnya bergantung kepada anggaran dari Pemerintah. Salah satu caranya dengan memberdayakan atlet.

Menurutnya, atlet-atlet Indonesia yang berprestasi dapat menjadi daya tarik bagi perusahaan untuk mendukung KONI Pusat. “Program tersebut sudah saya susun. Semoga bisa berjalan jika nanti saya menang. Asuransi untuk atlet juga harus diperhatikan,” Muddai mengungkapkan.

Terpisah, Hendardji mengatakan keinginannya maju dalam bursa calon Ketua Umum KONI Pusat didasarkan pada keprihatinan terhadap pembinaan olahraga Indonesia. Katanya, sejak Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan, 2017, pelatnas berjalan kurang terpadu.

Jika nanti terpilih, ia pun akan mendorong Pemerintah kembali menghidupkan Satlak Prima karena dianggap mendatangkan banyak manfaat. “Sebelumnya, saya hanya bisa memberi saran dan masukan. Jika saya berada di KONI Pusat, tentu saya bisa berbuat lebih,” ucap Hendardji.


Baca Juga :
- Awalnya Berjalan Tentram, Kongres KOI Bersifat Tertutup dan Sempat Ricuh
- Ini Target KOI di Bawah Kepemimpinan Raja Sapta Oktohari

Nantinya, KONI Pusat bisa terlibat langsung dalam Satlak Prima. Selain itu, jika dihidupkan kembali, hierarki di Satlak Prima harus lebih ramping agar kinerjanya lebih efektif. Sekadar informasi, Hendardji pernah bersaing dengan Tono, 2011 lalu. Saat itu ia kalah karena hanya meraup 20 suara.*KRISNA C. DHANESWARA

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA